"Anak Kelinci"
Menurut penelitian, satu kali masa kawin, kelinci dapat menghasilkan sebanyak 800 ekor anak kelinci. Anak kelinci dinamakan kit. Mereka dilahirkan dalam keadaan tidak berbulu tebal dan buta.
Setelah
berumur 10 – 11 hari, barulah mata anak-anak kelinci tersebut dapat
berfungsi dan mereka dapat mencari makan sendiri. Adapun bulu pada
anak-anak kelinci mulai tumbuh sejak usianya mencapai 5 – 6 minggu dan
tumbuh sempurna ketika usianya mencapai 6 – 8 bulan.
Cara Merawat Anak Kelinci
Pada awal kelahiranya anak kelinci tidak memiliki kemampuan untuk bisa mempertahankan hidupnya sendiri. Ada banyak kekurangan yang dimiliki oleh anak kelinci, seperti tidak memiliki bulu sebagai penghangat tubuhnya, tidak dapat melihat karena matanya masih tertutup rapat, tidak bisa mencari makanannya sendiri, dan lain sebagainya. Untuk itu, ada beberapa langkah atau cara untuk merawat anak kelinci yang baru lahir. Berikut adalah cara-cara merawat anak kelinci;
1. Perawatan Kandang Anak Kelinci
Kandang untuk anak kelinci diwajibkan memiliki luas yang cukup. Dengan luas yang cukup, kemungkinan bayi-bayi kelinci terinjak oleh induknya sendiri dapat berkurang. Selain itu, kandang yang luas juga bisa memberikan ruang gerak pada anak-anak kelinci dan induknya.
Kandang kelinci juga harus diletakkan ditempat yang tenang, jauh dari keributan atau suara-suara yang keras. Dengan suara-suara yang meributkan, anak kelinci tentu akan terganggu dan juga mempengaruhi pertumbuhannya. Suara ribut disekitar kandang juga bisa menyebabkan kelinci terutama anak kelinci menjadi stres bahkan bisa menyebabkan kematian. Anak kelinci juga harus jauh dari jangkauan predator-predator, seperti anjing, kucing, tikus, dan lain sebagainya.
Untuk alas dalam kandang, Anda bisa menggunakan alas dari serbuk kayu. Anda juga bisa mengalasi tempat atau daerah bayi-bayi kelinci dengan handuk lembut. Handuk lembut ini bisa melindungi anak kelinci dari luka yang bisa diakibatkan oleh serbuk kayu sebagai alas kandang kelinci.
Selalu perhatikan temperatur kandang bayi kelinci Anda, bila terlalu dingin Anda bisa menggunakan bola lampu kecil untuk menghangatkan bayi-bayi kelinci tersebut. Pindahkan ke tempat yang lebih sejuk bila keadaan kandang kelinci Anda terlalu panas.
2. Susu Induk Kelinci
Pada umumnya, induk kelinci hanya akan menyusui anak-anakanya satu kali dalam sehari selama lima menit. Dengan demikian, ada baiknya Anda membiarkan bayi-bayi kelinci dengan induknya, sehingga bayi kelinci bisa menyusui bayi-bayinya meskipun Anda tidak melihatnya.
3. Penempatan Makan dan Minum Kandang Kelinci
Tempat makan dan minum kelinci usahakan berada jauh dari bayi-bayi kelinci. Hal ini dilakukan agar makanan dan air minum tersebut tidak mengotori bayi kelinci pada saat induk kelinci makan. Tempat minum yang paling baik untuk kelinci adalah tempat minum yang berbentuk tube atau botol. Biasanya tempat minum kelinci berupa botol atau tube itu memiliki bentuk tabung dengan sedotan yang terbuat dari besi anti karat. Sedotan dari besi ini berada di ujung yang berfungsi sebagai tempat minum kelinci. Tempat makan dan minum ini diharuskan untuk dicuci setiap hari, dan makanan atau air minum harus diganti secara rutin. Hal ini dilakukan untuk menghindari bau pada kandang kelinci.
4. Pakan untuk Kelinci
Induk dan bayi-bayi kelinci dianjurkan untuk tidak terlalu banyak diberi makan sayur-sayuran. Pasalnya, kelinci lebih membutuhkan pakan kering dalam kebutuhan hidupnya. Perbandingan kasar pakan kelinci adalah 20 : 80 yang berarti 80% pakan kelinci haruslah berupa makanan kering yang padat dan keras. Pakan kering untuk kelinci ini bisa berupa jerami atau pelet khusus kelinci.
Pakan kering ini selain sangat penting bagi kelinci, pakan kering juga membantu menjaga gigi kelinci agar tidak tumbuh terlalu panjang. Sedangkan 20% pakan yang dibutuhkan kelinci merupakan pakan berjenis sayur-sayuran. Sayur-sayuran dapat diberikan dua kali dalam seminggu dengan porsi yang tidak terlalu besar. Terlalu banyak sayur-sayuran yang diberikan pada kelinci maka hal tersebut dapat menyebabkan beberapa penyakit pada kelinci, seperti diare, kencing banyak dan bau, dan masih banyak lagi.
5. Perhatikan Induk Kelinci
Terkadang, pemilik kelinci sulit untuk membedakan induk kelinci yang enggan menyusui anaknya dan mana yang memang memiliki jam-jam tertentu untuk menyusui anaknya. Untuk itu, perlu adanya perhatian lebih untuk mengatasi hal tersebut.
Bila Anda benar-benar yakin bahwa induk kelinci tidak mau menyusui anak-anaknya maka ada baiknya Anda memisahkan induk kelinci dari anak-anaknya tersebut. Hal ini dikeranakan, ketika induk kelinci tidak ingin menyusui anak-anaknya maka induk kelinci akan menelantarkan anak kelinci tersebut. Dengan memisahkan induk kelinci dan bayi-bayinya maka bayi kelinci tidak akan terinjak-injak oleh induk ketika ia berlalu lalang di kandang.
Beri bayi-bayi kelinci Anda dengan susu formula khusus kitten (sebuatn untuk anak kelinci). Gunakan pipet atau alat tetes mata untuk memberikan susu tersebut kepada bayi-bayi kelinci.
Anda bisa membuat susu untuk anak kelinci dengan takaran satu sendok teh pada pagi hari dan 1 sendok teh pada sore hari. Volume susu pada kelinci bisa disesuaikan dengan pertumbuhan anak kelinci Anda. Setelah bayi kelinci menginjak usia 2 minggu, hentikan pemberian susu pada bayi kelinci. Pada usia tersebut, bayi kelinci mulai belajar mandiri dan mencari makanannya sendiri. Hal ini terbukti dengan sisitem pencernaannya yang dapat mencerna pakan padat.
Pertumbuhan Anak Kelinci
Bayi kelinci biasanya dilahirkan dengan keadaan fisik yang hampir sama dengan anak tikus. Bayi kelinci dilahirkan dengan kondisi buta dan tuli, sehingga ketika lahir bayi kelinci tidak dapat bergerak bebas dan masih menggantungkan hidupnya kepada induknya.
Selama proses perkembangan, pada usia tujuh hari, bulu bayi kelinci akan mulai tumbuh. Pola-pola warna akan mulai terlihat jelas di usia ini. Memasuki hari ke-10 dan ke-11, bayi kelinci akan mulai dapat membuka matanya dan melihat. Dengan keadaannya yang mulai bisa melihat, bayi kelinci akan mulai belajar berjalan dan terkadang, bayi kelinci akan mulai keluar dari kotanya ketika ia berusia 18 hari.
Ketika mulai keluar dari kotak dan sudah memiliki kemampuan berjalan yang baik, bayi-bayi kelinci akan mulai untuk bisa makan sendiri. ia akan mulai mengikuti tingkah laku induknya dan memakan pakan bersama induknya sendiri.
Namun, Anda yang merupakan pemilik dari kelinci ini haryuslah tetap menjaga anak-anak kelinci tersebut. Anak-anak kelinci yang baru belajar makan ini memiliki alat pencernaan dalam tubuhnya belum begitu kuat. Dengan begitu, pakan yang diberikan pun janganlah terlalu banyak mengandung serta kasar. Sambil belajar makan, anak kelinci biasanya masih menyusu pada induknya. Baik itu siang, malam, atau pagi hari, anak-anak kelinci masih membutuhkan nutrisi yang ada dalam susu induknya.
Bayi kelinci dapat mulai di sapih setela benar-benar mampu makan sendiri. biasanya penyapihan ini dilkukan ketika anak kelinci berusia 56 hari atau sekitar 8 minggu. Mengingat angka kematian anak kelinci saat ini masih sangat tinggi maka kita harus lebih berhati-hati menjaga anak-anak kelinci ini. Usahakan anak-anak kelinci tersebut merasa nyaman, tenang, dan berada di suhu yang cocok untuknya. Berikan pakan yang bernutrisi untuk anak-anak kelinci ketika beranjak dewasa. Dan rutinlah mengecek keadaan kandnag.
Demikianlah pembahasan mengenai anak kelinci yang dapat disampaikan. semoga bermanfaat.

Komentar
Posting Komentar